Sabtu, 24 Oktober 2009
BELAJAR DARI KAKEK NENEK
Sepasang kakek nenek yang masih memperlihatkan kemesraan,
mengajarkan kita tentang cinta yang abadi.
Waktu kita sekelompok anak-anak muda sedang bermain ditaman. Bersama pasangan masing-masing mereka terlihat sangat menikmati kebebasan. ada yang ebrmain gitar sambil bernyanyi, ada yang bermain ayunan, ada yang sekedar duduk-duduk dibawah pohon. sesekali mereka tertawa gembira sambil memasukkan kacang goreng kedalam mulut mereka.
Tak lama kemudian sepasaang kakek dan nenek berjalan melintas didepan taman itu. Mereka bergandengan tangan sambil bercanda. Anak-anak muda yang sambil bermain ditaman seolah terhipnotis melihat pemandangan itu, mata mereka terbelalak dan tak ingin berkedip sampai kakek nenek yang terlihat mesra itu tak kelihatan lagi. Secara spontan anak-anak muda tadi tertawa terbahak-bahak sambil berkata, "sudah tua masih juga kayak anak muda" yang lain menimpali, "Apa enaknya sih menggandeng tangan keriput?" "masa muda pacarannya kurang puas sih" kata yang lain. "Ah..dasar kakek nenek, sudah pikun kali".
mungkin sebagian orang akan berpikir begitu, mereka memandang kakek nenek yang bergandengan tangan itu sebagai sesuatu yang tidak pantas lagi, aneh dan tidak tahu diri. Tapi benarkah demikian????
Orang yang bijak akan berfikir sebaliknya. Kakek nenek yang bergandengan tangan dengan mesra merupakan cerminan dari perjalanan panjang sebuah kehidupan pernikahan. Hubungan yang sudah teruji ,elalui kesulitan hidup, masa-masa penyesuaian, perjuanagn hidup, , kekurangan, penyakit, dll.
Tidak semua pernikahan berhasil sampai pasangan suami istri menjadi kakek nenek, namun tetap akur. Sebahagian hanya bertahan samapi beberapa bulan saja atau beberapa tahun. Ketika terjadi perubahan yang sulit diterima atau ketika terjadi ketidak cocokan, maka dengan mudahnya pasangan itu memutuskan untuk bercerai.
Jadi, jangan pernah menertawakan kakek nenek yang masih bergnadengan tangan walaupun mereka sudah tua. Sebaliknya belajarlah dari mereka agar kitapun menjadi pasangan yang SETIA menjaga apa yang sudah dipersatukan Tuhan. Kakek nenek itu telah berhasil melalui goncangan-goncangan dalam pernikahan, namun mereka tetap bertahan.
Kesiapan untuk menikah akan sangat mempengaruhi langgeng tidaknya sebuah pernikahan. Salah satu yang menandai kesiapan seseorang untuk menikah, yaitu jika ia bersedia menerima pasangannya apa adanya dan bahwa ia akan setia pada pasangannya walaupun banyak hal yang berubah. Pernikahan yang langgeng tidak didasari oleh prinsip coba-coba, sekedar menyenangkan hati orang tua, mengejar status menikah, atau menikah krn harta.
Seseorang memutuskan menikah karena ia merasa telah menemukan pasangan yang dengannya ia akan membangun bahtera pernikahan bersama. serta memperjuangkan agar bahtera pernikahan itu tetap kokoh. Inilah yang akan membuat sebuah pernikahan langgeng sampai kakek nenek.
Persiapkan diri Anda sebaik mungkin untuk sebuah pernikahan.
"Untuk calon istri, ambillah anak perempuan dari seorang ibu yang baik "
"Untuk calon istri, ambillah anak perempuan dari seorang ibu yang baik "
Minggu, 18 Oktober 2009
BUDAYA BEBEK
Pernahkah anda memperhatikan kehidupan bebek? khususnya ketika mereka sedang bersama-sama? kita bisa belajar dari kehidupan bebek, hal-hal yang baik bisa menjadi teladan bagi kita, sedangkan hal-hal yang buruk bisa menjadi peringatan bagi kita.
Kedua: TAAT DAN BERGANTUNG PADA GEMBALANYA. Kemana gembala pergi, kesitu pula bebek-bebek itu berada. Gembala akan mengarahkan bebek-bebek itu hanya dengan sebuah tongkat dan bebek-bebek itu akan mengikutinya.. Bandingkanlah dengan banyak orang yang yang kadang-kadang malah "menggembalakan" gembalanya.
Kedua: TURUNNYA "MORAL" PEJANTAN. Pada awalnya bebekpejantan menganut paham monogami. Ini ditunjukkan oleh bebek berparuh lebar, yang dalam istilah asing disebut disebut mallard. Tetapi sekarang paham monogami itu berubah menjadi poligami. waw...lagi Tren kali ya....!!!
Ketiga: BUDAYA "CUEK". Bebek-bebek akan meninggalkan telurnya disembarang tempat, tdak peduli apakah telur-telur itu aman atau tidak. Maka muncullah istilah "cuek bebek" untuk menyebut sikap orang yang kurang perduli terhadap lingkungannya. Apakah anda masih tidak perduli dengan orang-orang disekitar anda, dengan pekerjaan untuk kepentingan bersama, atau dengan masalah-masalah bersama??
Hal-hal yang bisa menjadi "teladan" bagi kita dari kehidupan bebek adalah:
Pertama : BUDAYA ANTRI. Bebek yang berada pada urutan paling belakang akan rela menunggu gilirannya untuk mendapat sesuatu atau hanya untuk sekedar berjalan. Sayangnya baik dirumah maupun dijalan, ditempat umum budaya antri ini sedikit demi sedikit mulai terabaikan. Perhatikan bagaimana orang saling serobot dijalanan, sehingga jalanan semakin macet dan sering menyebabkan kecelakaan. Diwarung makan pun inginnya didahulukan, sedangkan orang lain yang sudah menunggu lebih dahulu keburu lapar. Padahal segi positif budaya antri sangat banyak, salah satunya adalah melatih kesabaran seseorang. Kedua: TAAT DAN BERGANTUNG PADA GEMBALANYA. Kemana gembala pergi, kesitu pula bebek-bebek itu berada. Gembala akan mengarahkan bebek-bebek itu hanya dengan sebuah tongkat dan bebek-bebek itu akan mengikutinya.. Bandingkanlah dengan banyak orang yang yang kadang-kadang malah "menggembalakan" gembalanya.
Hal-hal buruk yang harus menjadi "peringatan" bagi kita dan harus dihindari adalah:
Pertama: BUDAYA MENGEKOR. Dalam rombongan bebek ada seekor bebek jantan yang memimpin dan dia selalu berada didepan. Bebek pemimpin inilah yang memulai lebih dahulu baru yang lain mengikuti. bebek-bebek yang lain tidak akan berenang kesebuah sungai jika pemimpin mereka belum berenang. Makan pun dimulai dari pemimpinnya. Bahayanya adalah ketika bebek pemimpin makan makanan yang beracun, maka bebek-bebek lain mengikuti, dan mereka semua keracunan. Kebiasaan bergantung pada bebek pemimpin membuat tidak ada inisiatif dari bebek-bebek yang lain. budaya mengekor harus kita jauhi. Kedua: TURUNNYA "MORAL" PEJANTAN. Pada awalnya bebekpejantan menganut paham monogami. Ini ditunjukkan oleh bebek berparuh lebar, yang dalam istilah asing disebut disebut mallard. Tetapi sekarang paham monogami itu berubah menjadi poligami. waw...lagi Tren kali ya....!!!
Ketiga: BUDAYA "CUEK". Bebek-bebek akan meninggalkan telurnya disembarang tempat, tdak peduli apakah telur-telur itu aman atau tidak. Maka muncullah istilah "cuek bebek" untuk menyebut sikap orang yang kurang perduli terhadap lingkungannya. Apakah anda masih tidak perduli dengan orang-orang disekitar anda, dengan pekerjaan untuk kepentingan bersama, atau dengan masalah-masalah bersama??
ORANG BIJAK BELAJAR DARI LINGKUNGAN, MENELADANI YANG BAIK
DAN MEMBUANG YANG BURUK.
Langganan:
Postingan (Atom)
