Sepasang kakek nenek yang masih memperlihatkan kemesraan,
mengajarkan kita tentang cinta yang abadi.
Waktu kita sekelompok anak-anak muda sedang bermain ditaman. Bersama pasangan masing-masing mereka terlihat sangat menikmati kebebasan. ada yang ebrmain gitar sambil bernyanyi, ada yang bermain ayunan, ada yang sekedar duduk-duduk dibawah pohon. sesekali mereka tertawa gembira sambil memasukkan kacang goreng kedalam mulut mereka.
Tak lama kemudian sepasaang kakek dan nenek berjalan melintas didepan taman itu. Mereka bergandengan tangan sambil bercanda. Anak-anak muda yang sambil bermain ditaman seolah terhipnotis melihat pemandangan itu, mata mereka terbelalak dan tak ingin berkedip sampai kakek nenek yang terlihat mesra itu tak kelihatan lagi. Secara spontan anak-anak muda tadi tertawa terbahak-bahak sambil berkata, "sudah tua masih juga kayak anak muda" yang lain menimpali, "Apa enaknya sih menggandeng tangan keriput?" "masa muda pacarannya kurang puas sih" kata yang lain. "Ah..dasar kakek nenek, sudah pikun kali".
mungkin sebagian orang akan berpikir begitu, mereka memandang kakek nenek yang bergandengan tangan itu sebagai sesuatu yang tidak pantas lagi, aneh dan tidak tahu diri. Tapi benarkah demikian????
Orang yang bijak akan berfikir sebaliknya. Kakek nenek yang bergandengan tangan dengan mesra merupakan cerminan dari perjalanan panjang sebuah kehidupan pernikahan. Hubungan yang sudah teruji ,elalui kesulitan hidup, masa-masa penyesuaian, perjuanagn hidup, , kekurangan, penyakit, dll.
Tidak semua pernikahan berhasil sampai pasangan suami istri menjadi kakek nenek, namun tetap akur. Sebahagian hanya bertahan samapi beberapa bulan saja atau beberapa tahun. Ketika terjadi perubahan yang sulit diterima atau ketika terjadi ketidak cocokan, maka dengan mudahnya pasangan itu memutuskan untuk bercerai.
Jadi, jangan pernah menertawakan kakek nenek yang masih bergnadengan tangan walaupun mereka sudah tua. Sebaliknya belajarlah dari mereka agar kitapun menjadi pasangan yang SETIA menjaga apa yang sudah dipersatukan Tuhan. Kakek nenek itu telah berhasil melalui goncangan-goncangan dalam pernikahan, namun mereka tetap bertahan.
Kesiapan untuk menikah akan sangat mempengaruhi langgeng tidaknya sebuah pernikahan. Salah satu yang menandai kesiapan seseorang untuk menikah, yaitu jika ia bersedia menerima pasangannya apa adanya dan bahwa ia akan setia pada pasangannya walaupun banyak hal yang berubah. Pernikahan yang langgeng tidak didasari oleh prinsip coba-coba, sekedar menyenangkan hati orang tua, mengejar status menikah, atau menikah krn harta.
Seseorang memutuskan menikah karena ia merasa telah menemukan pasangan yang dengannya ia akan membangun bahtera pernikahan bersama. serta memperjuangkan agar bahtera pernikahan itu tetap kokoh. Inilah yang akan membuat sebuah pernikahan langgeng sampai kakek nenek.
Persiapkan diri Anda sebaik mungkin untuk sebuah pernikahan.
"Untuk calon istri, ambillah anak perempuan dari seorang ibu yang baik "
"Untuk calon istri, ambillah anak perempuan dari seorang ibu yang baik "


Tidak ada komentar:
Posting Komentar