Kamis, 08 Oktober 2009

PUJIAN DARI MULUT YANG BAIK AKAN MEMBANGUN SESUATU YG BAIK

Kisah yang menjadikan kita berpikir untuk lebih memakai mulut kita untuk fungsi yang sesungguhnya ketika Tuhan menciptakan kita.

Seorang penyanyi yang terkenal disebuah negara memiliki seorang suami yang juga berprofesi sebagai musisi handal dan ternama.

kita berpikir bahwa sempurnalah kehidupan keluarga ini dengan berbagai alasan diataranya materi yang cukup melimpah, kecantikan dan ketenaran sudah mereka miliki, namun kita tidak tahu apa yang terjadi didalam keluarga ini.
Mary sang istri dengan talenta bernyayi, hal itu dilakukannya ketika melakukan aktifitas apapun, baik didapur atau dalam suasana sekalipun, bernyayi adalah hobinya.

Bram (suami) :"Mary...!! lagumu itu salah liriknya..!!"
(sang suami yg adalah musisi mengkritik lirik lagu yg baru saja dinyayikan istrinya)
Mary (Istri) : "owh..maaf...!!!" (Mary terdiam dan tidak bernyanyi lagi krn takut merasa salah lagi)

Bram : "Kalau bernyanyi itu harus benar dan jgn asal2an aja..!!! perhatikan temponya, liriknya dan kpn dinamika lagu itu harus dikurangi"

Mary : (dengan tersenyum kecut) "iya..!! saya akan hati2 untuk bernyanyi"

Bram : Kamu khan seorang penyanyi hebat harus bisa menampilkan yang terbaik dong...!!! jgn bernyayi kayak orang kampung. malu dong saya jika tidak bisa membimbing kamu pdhl saya musisi ternama.

Mary : (dengan wajah sendu Mary segera meninggalkan suaminya yang mengkritik cara bernyanyinya) "iya...maaf...!!!"

Sampai pada akhirnya Mary jarang bernyanyi lagi krn ia merasa takut salah. Mary mulai minder bernyanyi, ia mengingat semua kata-kata suaminya yang musisi besar itu. singkat cerita 3 tahun kemudian Mary berhenti bernyanyi krn ia merasa tidak pantas untuk menjadi penyanyi lagi krn seringkali suaminya mengkritik setiap nyanyiannya. Mary tidak mengeluarkan album lagi. 1 tahun kemudian Bram meninggal dan Mary menikah lagi dengan seorang tukang Ledeng yang tiap hari hanya bekerja dengan pipa2 air.

suatu kali dirumah, Mary bernyanyi bersenandung kecil dan saat itu suaminya pulang lebih cepat dari biasanya. ketika sang suami mendengar Mary bernyanyi ia berkata:

Leo (Suami ke-2) : "Waw...indah sekali suaramu sayang...!! tak kusangka ternyata kamu pandai bernyanyi"

Mary : (Dengan tersipu malu) "Ah...kamu berlebihan, aku tidak pandai bernyanyi kog"

Leo : "sungguh tidak pernah kudengar suara seindah itu, krn setiap hari aku hanya mendengar suara pipa yang berderikk"

bernyanyilah lebih keras untukku sayang...aku sangat menyukainya. dan aku berharap kamu bernyayi setiap hari untukku.

Mary : (Dengan rasa girang) "Lagu ini untukmu sayang..!! trima kasih untuk pujiannya"

Sampai pada akhirnya Mary kembali kedunia musik yang dari awal sudah membesarkannya. rasa percaya dirinya kembali muncul, ternyata pujian suaminya membangun gairahnya kembali untuk bernyanyi dan mengeluarkan album demi album.

Aplikasi:
* Manusia terbangun dengan kata-kata pujian yang indah yang memberi semangat. Demikian kita kepada Tuhan, alangkah senangnya jika IA sang Pencipta disetiap harinya kita puji dengan mulut kita yang baik, melalui ucapan syukur dan kekaguman.

* Sebaliknya dengan mulut dan kata-kata yang tidak baik juga akan mampu membuat orang merasa minder dan hilang percaya dirinya.

SO...Belajarlah untuk berkata yang baik, karena itu membangun sesuatu yang baik.

Tidak ada komentar: